SD N 02 Selokaton, Kec. Gondangrejo, Kab. Karanganyar, Prov. Jawa Tengah >>> ”TERWUJUDNYA SISWA SDN 02 SELOKATON YANG TAQWA UNGGUL HANDAL TANGGAP IPTEK DAN BERKARAKTER PANCASILA”>

Tuesday, July 31, 2012

COLLABORATIVE LEARNING MODEL

COLLABORATIVE LEARNING MODEL

  • Kerja Sama Dua orang atau lebih
  • Memecahkan masalah Bersama
  • Mencapai Tujuan Tertentu

Dua unsur penting
  • Ada tujuan yang sama
                diskusi menentukan strategi,keputusan bersama,persoalan milik bersama
  • Ketergantungan yang positif anggota berhasil bila seluruh anggota bekerja sama

KETERGANTUNGAN DIBANTU DENGAN CARA
v  Memberi tugas peran khusus anggota sbb :
Ø  Pengamat
Ø  Pengklarifikasi
Ø  Perekam
Ø  Pendorong
v  Pecah tugas menjadi sub-sub tugas yang diperlukan untuk melengkapi keberhasilan tugas

BENTUK-BENTUK BELAJAR COLLABORATIVE
STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD):
  • Sajian Guru
  • Diskusi Kelompok siswa
  • Tes/Kuis/Silang tanya antar kelompok
  • Penguatan guru


STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DEVISION (STAD)

Lima langkah pokok:
Ø  Presentasi guru,perhatian cermat siswa, membantu quis
Ø  Tim (kelompok):
ü  Fungsi utama membantu anggota mengerjakan quis dengan baik
ü  Anggota mengerjakan SST yang terbaik untuk tim
Ø  Presentasi Guru satu atau dua periode
Ø  Satu atau dua periode praktek kelompok,ada quis individual
Ø  Siswa tidak diijinkan saling bantu




MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

PEMBELAJARAN KOOPERATIF
          Pembelajaran kooperatif adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar.
Konsep Pembelajaran Kooperatif
          Pembelajaran kooperatif menciptakan interaksi yang asah, asih dan asuh, sehingga tercipta masyarakat belajar.
          Siswa tidak hanya belajar dari guru tetapi juga dari sesama siswa.

CIRI-CIRI PEMBELAJARAN KOOPERATIF
  1. Saling ketergantungan positif
  2. Interaksi tatap muka
  3. Akuntabilitas individual
  4. Keterampilan menjalin hubungan antar pribadi.

Keuntungan Penggunaan Pembelajaran Kooperatif
  1. Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial
  2. Memungkinkan para siswa saling belajar mengenal sikap, ketrampilan, informasi, perilaku sosial, dan pandangan-pandangan
  3. Memudahkan siswa melakukan penyesuaian sosial
  4. Menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri/egois
  5. Meningkatkan rasa saling percaya kerpada sesama manusia

TEKNIK PEMBELAJARAN KOOPERATIF
Metode STAD (Student Teams Achievement Division) untuk mengajarkan kepada siswa baik verbal maupun tertulis.
Langkah-Langkah :
  1. Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok.
  2. Tiap anggota menggunakan lembar kerja akademik kemudian saling membantu untuk menguasai bahan ajar melalui tanya jawab atau diskusi antar anggota tim.
  3. Tiap minggu atau 2 minggu guru mengevaluasi untuk mengetahui penguasaan materi yang telah diberikan.
  4. Tiap siswa dan tiap tim diberi skor atas penguasaannya terhadap materi, yang meraih prestasi tinggi diberi penghargaan.

Monday, July 30, 2012

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN

A. MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
B. MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
C. MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM
D. MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK
E. MODEL PEMBELAJARAN PAIKEM
F. MODEL PEMBELAJARAN COLABORATIVE

  1.  MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) 

Pembelajaran Kontekstual adalah konsep pembelajaran yang mendorong guru untuk menghubungkan antara materi yang diajarkan dan situasi dunia nyata siswa. Dan juga mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.

LANDASAN FILOSOFIS MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL 
1. CTL mencerminkan konsep saling bergantungan. 
2. CTL mencerminkan prinsip deferensiasi
3. CTL mencerminkan prinsip pengorganisasian diri
Landasan filosofi CTL adalah
  • Konstruktivisme artinya filosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal. Siswa harus mengkonstruksi pengetahuan di benak mereka sendiri. Pengetahuan tidak bisa dipisah-pisahkan harus utuh.
  • Konstruktivisme berakar pada filsafat pragmatisme yang digagas oleh John Dewey pada awal abad ke 20 yaitu filosofi belajar yang menekankan kepada pengembangan minat dan pengalaman siswa

KOMPONEN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
1. Konstruktivisme
2. Inkuiri
3. Bertanya
4. Masyarakat belajar
5. Pemodelan
6. Refleksi
7. Penilaian

POLA /SKENARIO PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Pembelajaran kontekstual dapat dilaksanakan dari TK - SD - SMTP - SMTA dan PT.
Contoh-contoh pengkaitan dalam CTL di kelas :
  • Di kelas yang sudah tinggi para guru mendorong siswa untuk membaca, menulis dan berpikir dengan cara kritis dengan meminta mereka untuk fokus pada persoalan-persoalan kontroversial di lingkungan atau masyarakat (misalnya melakukan penelitian di perpustakaan, melakukan survey lapangan dan mewawancarai pejabat).
  • Seorang guru IPS, meminta kelompok untuk menentukan pembicaraan tamu/narasumber untuk menjelaskan hal yang sedang diteliti  tentang …….
  • Di suatu kelas yang membahas tentang pariwisata siswa diminta untuk membahas potensi pariwisata di wilayahnya dari berbagai sudut pandang dan ide-idenya.
  • Menyuruh anak mengadakan simulasi mengenai kejadian-kejadian yang memicu perang dunia II, pecahnya G 30 S PKI, dll.
  • Seorang guru matematika memberi tugas pada siswa tentang kegiatan di masa datang cara menabung untuk masa pensiun.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
  1. Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri dan mengkonstruksikan sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya.
  2. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik.
  3. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya.
  4. Ciptakan masyarakat belajar (belajar dalam kelompok-kelompok)
  5. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran.
  6. Lakukan refleksi di akhir penemuan.
  7.  Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara.

CIRI KELAS YANG MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL
  1. Pengalaman nyata
  2. Kerjasama saling menunjang
  3. Gembira belajar dengan bergairah
  4. Pembelajaran terintegrasi
  5. Menggunakan berbagai sumber
  6. Siswa aktif dan kritis
  7. Menyenangkan tidak membosankan
  8. Sharing dengan teman
  9. Guru kreatif

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
a. Memilih tema
b. Menentukan konsep-konsep yang dipelajari
c. Menentukan kegiatan –kegiatan untuk investigasi konsep-konsep terdaftar
d. Menentukan mata pelajaran terkait(dalam bentuk diagram)
e. Mereview kegiatan-kegiatan & mata pelajaran yang terkait
f. Menentukan urutan kegiatan
g. Menyiapkan tindak lanjut

Bersambung....

Sunday, July 29, 2012

PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Menganalisis karakteristik perkembangan bahasa anak usia SD
Karakteristik perkembangan bahasa anak usia SD (6 – 10 tahun), meliputi tahapan dimana siswa sudah bisa menggunakan kalimat panjang, lengkap dan benar. Disamping itu siswa pada usia itu sudah mampu menggunkan kata sifat, bahkan sudah memahami kata-kata yang sebelumnya tidak jelas baginya.

Memilih materi ajar aspek membaca di kelas rendah SD.
Materi ajar membaca bagi siswa kelas redah (Kelas I – II) diawali dengan teknik membaca nyaring, yang diistilahkan dengan pengajaran membaca permulaan. Fokus dari membaca permulaan adalah siswa mampu memindai lambing-lambang nahasa tulis dengan pelafalan memindai dan memaknai lambing-lambang bahasa tulis.

Memilih materi ajar aspek menulis di kelas tinggi SD.
Pada kelas tinggi, materi ajar aspek menulis diarahkan untuk membentuk kemampuan komunikasi tulis. Keterpaduan aspek pengetahuan (schemata) dengan aspek kebahasaan diolah melalui mekanisme psikofisik dan strategi produktif untuk menghasilkan tulisan yang sesuai dengan konteks. Strategi produktif dalam hal ini adalah kemampuan mental untuk mengimplementasikan kebahasaan dengan pengetahuan tentang dunia (schemata) dalam kontek penggunaan bahasa (tulis).

Memilih berbagai metode pembelajaran menulis permulaan yang dapat mengembangkan kemampuan dan kegemaran menulis siswa.
Metode pembelajaran membaca permulaan di kelas rendah SD difokuskan pada metode pembelajaran membaca tekniks. Membaca teknis adalah membaca nyaring . Teknik pelaksanaan pengajarannya adalah vokalisasi atau menyuarakan bahan bacaan.

Merancang berbagai kegiatan menulis di kelas tinggi yang dapat meningkatkan kemampuan menulis dan berpikir siswa.
Beberapa rancangan kegiatan menulis di kelas tinggi yang dapat meningkatkan kemampuan menulis dan berfikir siswa, adalah :
1. Model pembelajaran Citra 1 (Cari Ide Tulisan Tanpa Ragu)
Model pembelajaran ditunjukan untuk meningkatkan keterampilan siswa menuliskan idea atau kata-kata kunci dalam kegiatan curah pendapat.
2. Model pembelajaran Citra 2
Model pembelajaran ditunjukan untuk meningkatkan keterampilan siswa menuliskan idea atau kata-kata kunci atau frase yang berkaitan dengan suatu tofik dalam table.
3. Model pembelajaran Citra 3
Model pembelajaran ditunjukan untuk meningkatkan keterampilan siswa menuliskan idea atau kata-kata kunci atau frase yang berkaitan dengan suatu tofik dalam diagram
4. Model pembelajaran citra 4
Model ini ditunjukan untuk meningkatkan keterampilan siswa menuliskan tanggapan (repons) singkat dalam bentuk tulisan terhadap suatu fenomena atau suatu hal
5. Model pembelajaran citra 5
Ditujukan untukmeningkatkan keterampilan siswa menulis sebuah topik dalam paragraph.
6. Model pembelajaran menulis proses
Difokuskan untuk pembelajaran menulis informal.

Memperjelas perencanaan dan pelaksanaan penilaian dan evaluasi dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.
Dalam perencanaan dan pelaksanaan penilaian dan evaluasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan Sastra perlu memperhatikan, beberapa hal :
1. Ranah kognitif
- Faktor ingatan- Faktor pemahaman
- Faktor penerapan
- Faktor analisis
- Faktor sintesis
- Faktor penilaian


2. Ranah afektif
Ada dua hal yang perlu dinilai dalam ranah afektif yaitu kompetensi afektif dan kompetensi sikap serta minat siswa terhadap proses pembelajaran dan mata pelajaran


3. Ranah psikomotor
Dalam ranah ini aspek yang dinilai melipui gerakan awal dan gerakan rutin, yang meliputi :
a) Kemampuan siswa menggerakan anggota badan
b) Kemampuan siswa menggerakan semi rutin, yaitu kemampuan menirukan gerakan yang melibatkan seluruh anggota badan
c) Kemampuangerakan rutin, yaitu kemampuan menggerakan seluruh anggota badan menyeluruh dengan sempurnah dan sampai pada tingkatan otomatis.



Merumuskan hakikat (pengertian, tujuan, jenis, dan manfaat) membaca, dan menulis
Membaca
Pengertian membaca

Membaca merupakan keterampilan berbahasa yang berhubungan dengan keterampilan berbahasa yang lain. Membaca merupakan suatu proses aktif yang bertujuan dan memerlukan strategi.

Tujuan membaca
Rivers dan Temperly (1978) mengajukan tujuh tujuan utama dalam membaca yaitu:
Memperoleh informasi untuk suatu tujuan atau merasa penasaran tentang suatu topik. Memperoleh berbagai petunjuk tentang cara melakukan suatu tugas bagi pekerjaan atau kehidupan sehari-hari (misalnya, mengetahui cara kerja alatalat rumah tangga).
Berakting dalam sebuah drama, bermain game, menyelesaikan teka-teki.
Berhubungan dengan teman-teman dengan surat-menyurat atau untuk memahami surat-surat bisnis.
Mengetahui kapan dan di mana sesuatu akan terjadi atau apa yang tersedia.
Mengetahui apa yang sedang terjadi atau telah terjadi (sebagaimana dilaporkan dalam koran, majalah, laporan).
Memperoleh kesenangan atau hiburan. 


Jenis-jenis membaca
Menurut Tarigan (1985:11–13) jenis-jenis membaca ada dua macam, yaitu: 1) membaca nyaring, dan 2) membaca dalam hati. Membaca dalam hati terdiri atas: (a) membaca ekstensif, yang dibagi lagi menjadi: membaca survey, membaca sekilas, dan membaca dangkal, dan (b) membaca intensif, yang terdiri dari: membaca telaah isi dan membaca telaah bahasa
Manfaat membaca adalah untuk mendapatkan inormasi tentang hal-hal yang dibutuhkan dan diminati

Menulis
Pengetian menulis
Menurut Jago Tarigan ( 1995: 117) menulis berarti mengekpreikan secara tertulis gagasan, ide, pendapat, atau pikiran dan perasaan.

Tujuan menulis
Menginformasikan segala sesuatu, baik itu fakta, data maupun peristiwatermasuk pendapat dan pandangan terhadap fakta, data dan peristiwa agakhalayak pembaca memperoleh pengetahuan dan pemahaman bartentang berbagai hal yang dapat maupun yang terjadi di muka bumi ini.

Membujuk; melalui tulisan seorang penulis mengharapkan pula pembadapat menentukan sikap, apakah menyetujui atau mendukung yadikemukakan. Penulis harus mampu membujuk dan meyakinkan pembadengan menggunakan gaya bahasa yang persuasif. Oleh karena itu, persuasi dari sebuah tulisan akan dapat menghasilkan apabila penumampu menyajikan dengan gaya bahasa yang menarik, akrab, bersahabat,dan mudah dicerna.
Mendidik adalah salah satu tujuan dari komunikasi melalui tulisan. Melalumembaca hasil tulisan wawasan pengetahuan seseorang akan terusbertambah, kecerdasan terus diasah, yang pada akhirnya akamenentukan perilaku seseorang. Orang-orang yang berpemisalnya, cenderung lebih terbuka dan penuh toleransi, lebih menghargapendapat orang lain, dan tentu saja cenderung lebih rasional.
Menghibur; fungsi dan tujuan menghibur dalam komunikasi, buka monopoli media massa, radio, televisi, namun media cetak dapat pula berperan dalam menghibur khalayak pembacanya. Tulisan-tulisan atau bacaan-bacaan “ringan” yang kaya dengan anekdot, cerita dan pengalaman lucu bisa pula menjadi bacaan penglipur lara atau untuk melepaskan ketegangan setelah seharian sibuk beraktifitas.

Jenis-jenis menulis
Keterampilan menulis dapat kita klasifikasikan berdasarkan dua sudut pandang yang berbeda. Sudut pandang tersebut adalah kegiatan atau aktivitas dalam melaksanakan keterampilan menulis dan hasil dari produk menulis itu. Klasifikasi keterampilan menulis berdasarkan sudut pandang kedua menghasilkan pembagian produk menulis atau empat kategori, yaitu; karangan narasi, eksposisi, deskripsi, dan argumentasi. Di berikut ini akan dijelaskan satu persatu.


Manfaat menulis
Dapat menyampaikan ide, gagasan, saran, motivasi, bujukan dan sebagainya kepada orang lain secara luas dan langsung.

Menemukanberbentuk isi atau pesan pokok wacana lisan monolog dan dialog dalam kehidupan sehari-hari, seperti berita, pidato.
Biasanya soal benbentuk, penggalan isi berita atau pidato, dan kita dihadapkan pada pilihan isi atau pesan dari penggalan pidato tersebut.

Menemukan isi atau pesan pokok dalam wacana naratif seperti cerita rakyat, puisi.
Bentuk soal, menyajikan penggalan cerita rakyat, atau puisi kemudian kita dihadapkan pada pilihan menentukan isi atau pesan dari penggelan cerita atau puisi tersebut.

Membandingkan berbagai jenis wacana bahasa Indonesia (deskripsi dan narasi,).
Bentuk soal, disajikan dua atau lebih penggalan wanaca berbentuk narasi atau deskrifsi, kita diminta untuk membandingkan wacana-wacana tersebut, bisa dari isinya, cara penulisannya, idea pokoknya, dsb.

Menyusun berbagai bentuk/jenis tulisan surat.
Ada dua bentuk jenis surat, yaitu :

Surat pribadi (surat dari pribadi untuk orang lain yang yang sifatnya pribadi)
Surat dinas (surat yang dikeluarkan oleh lembaga, atau pimpinan lembaga untuk pihak lain, bisa lembaga lain, bawahan atau intansi lain, yang berisi tentang informasi kedinasan. 


Menganalisis unsur intrinksik dan ekstrinsik, struktur, dan ciri-ciri karya sastra
Unsur instrinsik pada karya sastra adalah unsure yang terkandung didalam karya sastra itu sendiri, yang meliputi; tema, amanat, alur, watak, latar dan sudut pandang.
Unsur ekstrinsik adalah unsure-unsur di luar karya sastra pembentuk karya sastra, meliputi; latar belakang pengarang dan keadaan social bidaya saat penulisan karya sastra tersebut.
Struktur karya sastra meliputi unsure fiksi dan keindahan baik bahasa maupun isinya.
Ciri karya sastra; isinya berbentuk khayalan, ditulis dengan bahasa yang indah, menarik dan dapat mempengaruhi emosi pembacanya.

Menyusun langkah-langkah membuat parafrase puisi ke prosa.
Langkah-langkah bagaimana cara mengubah sebuah puisi ke dalam bentuk prosa tanpa mengubah makna dari puisi tersebut. Caranya sebagai berikut;

Bacalah puisi berkali-kali hingga paham akan isinya.
Tambahkan kata-kata atau tanda baca-tanda baca yang sengaja dihilangkan penyairnya. Ingat, penambahan kata-kata atau tanda baca harus sesuai dengan pemahamanmu terhadap isi puisi. Penambahan kata-kata atau tanda baca ditulis dalam tanda kurung.
Ubahlah puisi (beserta kata-kata dan tanda baca yang telah kamu tambahkan tadi) ke dalam bentuk prosa. 


Menilai prosa
Ada tiga cara penilaian karya prosa, yaitu :

Teknik penyekoran holistic ( Penilaian berdasarkan kesan secara keseluruhan dari sebuah karya sastra.
Teknik penyekoran analitik ( Penyekoran berdasarkan pada komponen-komponen pembentuk karya prosa dengan melakukan penghitungan secara rici, meliputi; judul, gagasan, dll)
Teknik penyekoran terhadap unsur-unsur yang diutamakan (Teknik penilaian keseluruhan karya prosa yang diutmakan pada unsure-unsur utama pembentuk karangan, misalkan komponen struktur, kosa kata, gaya, isi, atau organisasi.


Mengapresiasi drama.
Drama adalah salah satu genre sastra yang berada pada dua dunia seni, yaitu
seni sastra dan seni pertunjukan atau teater. Orang yang melihat drama sebagai seni sastra menunjukkan perhatiannya pada seni tulis teks drama yang dinamakan juga dengan seni lakon. Teknik penulisan teks drama berbeda dengan teknik penulisan puisi atau prosa. Orang yang menganggap drama sebagai seni pertunjukan (teater) fokus perhatiannya ditujukan pada pertunjukannya atau pementasannya, tidak semata pada teksnya saja. Teks sastra menurut pandangan mereka hanyalah bagian dari seni pertunjukan yang harus berpadu dengan unsur lainnya, yaitu: gerak, suara, bunyi, musik, dan rupa.




Sumber 

Friday, July 27, 2012

Daftar Link Latihan dan Simulasi UKG 2012

Dalam blog ini disertakan daftar link yang isinya antara lain Latihan Soal UKG dengan maksud agar kiranya rekan-rekan guru terbiasa menggunakan mouse dalam mengerjakan soal UKG. Selain hal tersebut, juga dimaksudkan agar rekan-rekan mengingat kembali tentang paedagogik sehingga akan dapat me-refresh otak menjadi segar kembali berkaitan pelaksanaan tugas-tugas di sekolah. Dan mohon jangan disalah pahami, bahwa link Latihan Soal UKG pada blog ini merupakan Latihan Soal yang sudah sesuai dengan Kisi-kisi UKG itu sendiri. Karena memang tidak ada tim yang dibentuk untuk menyusun Soal-soal Latihan UKG. 


Selain hal tersebut, blog ini juga terdapat Link yang berisi tentang simulasi pelaksanaan UKG Tahun 2012 dengan format Aplikasi yang dibuat dan belum pernah digunakan sebelumnya. Hal ini mengakibatkan kekwatiran pada diri guru yang kurang memahami tentang IT khususnya pengoperasian Komputer (Gaptek). Oleh karenanya, kiranya link Simulasi UKG 2012 dapat membantu rekan-rekan guru yang awam dengan komputer sehingga pada waktu pelaksanaan nanti sudah terbiasa melakukan pengisian data, menjawab pertanyaan, dan menghentikan proses Ujian.


Kiranya demikian yang bisa kami berikan dengan harapan dapat membantu rekan-rekan guru dalam menghadapi UKG 2012 dan semoga mendapat kelulusan sesuai dengan yang diharapkan. Jika ada yang kurang berkenan mohon maaf dan Terima Kasih.


Silahkan tinggalkan komentarnya ya!

Uji Kompetensi Guru 2012

Uji Kompetensi Guru atau disebut dengan UKG akan dilaksanakan secara bertahap dari berbagai tingkat satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Guru yang telah dinyatakan lulus sertifikasi yang ditandai dengan pemberian Sertifikat Guru Profesional atau biasa disebut guru bersertifikasi akan diuji kemampuannya dalam beberapa hal yang menjadi tanggung jawabnya sebagai guru penyandang guru profesional. Dengan adanya UKG Tahun 2012 ini diharapkan pemerintah akan mendaptkan gambaran sejauh mana kemampuan guru yang telah bersertifikat tersebut. Tetapi hal ini tidak akan berpengaruh terhadap penerimaan tunjangan profesi yang telah diterima oleh para guru profesional.
Dari rencana pelaksanaan kegiatan tersebut menimbulkan berbagai tanggapan baik positif atau yang mendukungnya mauoun yang bersifat negatif atau yang menolaknya. Apapun yang terjadi, rencana pemerintah tetap akan dijalankan dan para guru harus segera mengambil sikap untuk mempersiapkan diri untuk mengikutinya.
Menjadi kendala bagi guru yang kurang paham terhadap IT, walaupun sebenarnya formula yang akan ditampilkan dirancang semudah mungkin. Hal ini dirasakan oleh sebagian besar guru yang usianya telah mendekati masa purna tugas.
Untuk memberikan gambaran pelaksanaan UKG tersebut berikut ini disajikan link SIMULASI UKG TAHUN 2012 yang dapat dilihat DI SINI. Dengan simulasi tersebut, kiranya dapat membantu rekan-rekan guru dalam menghadapi pelaksanaan UKG Tahun 2012. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan guru dan semoga guru bersertifikat terbukti memang guru-guru yang Profesional. Terima kasih

Klik Link Berikut Untuk Simulasi : SIMULASI UKG TAHUN 2012

Saturday, July 7, 2012

KALENDER PENDIDIKAN 2012/2013 PROV. JAWA TENGAH

Tahun  Pelajaran baru 2012/2013 telah dimulai dengan serangkaian kegiatan di sekolah. Di awali dengan adanya Penerimaan Peserta Didik Baru bagi peserta didik yang akan melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi.
Di samping itu, bagi para guru juga melaksanakan kegiatan-kegiatan persiapan pelaksanaan tahun pelajaran 2012/2013 misalnya dengan menyiapkan PROGRAM SEMESTER, PROGRAM TAHUNAN, ANALISIS MINGGU EFEKTIF, ANALISIS HARI EFEKTIF, RPP dsb. Berikut saya lampirkan KALENDER PENDIDIKAN yang sangat diperlukan guna merancang pembelajaran yang akan kita laksanakan di tahun pelajaran 2012/2013. Dengan Kaldik ini, kita dapat menentukan beberapa hal berkenaan dengan agenda-agenda yang harus dilaksanakan guna memberikan layanan pendidikan yang baik dan benar. Semoga dengan sedikit materi (Kaldik 2012/2013) ini dapat membantu kelancaran tugas dan pengabdian kita sebagai kaum cendikia yang bertanggung jawab terhadap pendidikan anak bangsa.

Jangan lupa kawan, tinggalkan pesan pada kolom komentar yah! Makasih

Silahkan download DISINI