SD N 02 Selokaton, Kec. Gondangrejo, Kab. Karanganyar, Prov. Jawa Tengah >>> ”TERWUJUDNYA SISWA SDN 02 SELOKATON YANG TAQWA UNGGUL HANDAL TANGGAP IPTEK DAN BERKARAKTER PANCASILA”>

Thursday, December 13, 2012

Pemanfaatan software aplikasi Geogebra dalam pembelajaran matematika.

Wah.. lama gak posting ni. Mau posting belum sempat karena lagi super sibuk. Tapi kalau gak posting kok kangen juga. Posting yang ringan-ringan aja ya.

 A. Pengenalan GeoGebra
















  • Tampilan Aljabar (Algebra View) - deskripsi objek pada tampilan grafik yang ditampilkan.
  • Tampilan Grafik (Graphics View)- tempat untuk kontruksi, gambar, grafik yang ditampilkan (area kerja).
  • CAS (Computer Algebra System) merupakan fasilitas yang mulai dimasukkan pada GeoGebra Versi 4.0. Fitur ini digunakan untuk melakukan perhitungan aljabar.















  • Spreadsheet- digunakan untuk pengeolahan angka berupa lembar kerja berbentuk baris dan kolom serupa dengan MS Excel.
















  • Graphics 2D – mirip tampilan Graphics View, bedanya untuk tampilan Graphics 2D ini apabila diaktifkan akan memunculkan jendela baru. Setiap kali kita memasukkan persamaan atau perintah pada Inbut Bar maka hasil grafiknya akan muncul pada jendela ini.
  • Graphics 3D-adalah fitur GeoGebra Versi 5 Beta.

Tampilan Aljabar, Toolbar, Sumbu koordinat, Input Bar, CAS, Spreadsheet, Graphics 2D/3D dapat dimunculkan atau disembunyikan melalui Menu Bar yaitu pada bagian View Menu.
Menu, Toolbar Dan Tool
Seperti pada aplikasi lain, menu bar GeoGebra berada pada bagian atas terdiri atas menu File, Edit Options, Tools, Window dan Help. Di bawahnya terdapat Toolbar yang berisi menu untuk membangun, menggambar, mengukur dan memanipulasi objek. Pada setiap kategori yang ada di Toolbar terdapat beberapa tool lain yang tersembunyi, untuk menampilkannya kita dapat mengklik tanda panah kecil di bagian kanan bawah setiap kotak tool yang ada di Toolbar.




















  • Menu Bar - digunakan untuk mengelola file, edit file dan pengaturan modifikasi.
  • Toolbar – alat-alat yang digunakan untuk menggambar, membangun, mengukur dan memanipulasi objek.
  • Untuk lebih jelasnya, simak Video1



















Tool yang sedang aktif ditandai dengan adanya kotak biru pada tool tersebut. Selama Tool itu sedang aktif kita bisa menggunakannya untuk melakukan tugasnya. Sehingga anda tidak perlu mengklik lagi untuk membuat objek yang sama. Setiap tool yang ada dan sedang aktif akan dijelaskan nama Tool disamping kanan dari Toolbar itu sendiri.



















Latihan 1
Untuk lebih mengenal penggunaan beberapa menu dan tool dasar GeoGebra kita coba membuat gambar seperti berikut:
Membuat Gambar Dasar


















Beberapa tool yang akan kita gunakan adalah sebagai berikut (Video 2):
  • Langkah pertama adala bukalah aplikasi GeoGebra. Untuk setting awal lakukan pengaturan untuk menampilkan Grid dengan memilih menu View-Grid. Setelah itu sembunyikan sumbu dengan memilih View-Axes (hilangkan centang pada Axes).
  • Pilih tool Line Trough Two Points
  • Buatlah sebuah garis dengan mengklik di koordinat tertentu sehingga akan muncul garis yang memotong titik tersebut. Garis ini masih bergerak bebas mengikuti arah mouse. Klik pada titik berikutnya pada koordinat tertentu sehingga terbentuk sebuah garis yang melintang secara horisontal. Dengan menggunakan menu ini kita dapat membuat garis yang tak terhingga.
  • Untuk membuat sebuah ruas garis yang berawal dari satu titik dan berakhir di titik lain kita dapat menggunakan menu Segment.
  • Dengan menggunakan menu ini buatlah gambar rumah seperti di atas.
Jika sudah selesai, simpan file GGB ke komputer Anda.

Bersambung



Wednesday, December 5, 2012

Uji Publik Kurikulum 2013

Sobat guru yang terhormat.
Berkenaan dengan rencana perubahan kurikulum KTSP ke Kurikulum 2013, berikut dilampirkan Bahan Uji Publik Kurikulum 2013 dalam file PDF. Jika sobat menghendaki untuk men-download file asli, silahkan download DI SINI.

Dan apabila sobat ingin mengetahui lebih lanjut kebijakan pemerintah berkenaan dengan perubahan kurikulum, silahkan berkunjung KE SINI. Dalam Web Kemendiknas juga tersedia ruang untuk memberikan masukan terhadap perubahan kurikulum itu sendiri.

Berikut BAHAN UJI PUBLIK KURIKULUM 2013

BahanUjiPublik_Kurikulum2013

Semoga bermanfaat.

lomba


Saturday, December 1, 2012

HURUF JAWA DAN TAFSIRANNYA

Posted by : Suryo Hanjono





HA = HABARIRA SEJATINE WAHANANING HYANG.
(MANUNGSA IKU JEJER UTUSANING GUSTI KANG MURBENG DUMADI) ARTINYA : Adanya kita sesungguhnya ciptaan-Nya (manusia itu sebagai utusan Gusti Kang Murbeng Dumadi)
NA   = NADYA ORA KASAT MATA MESTHI HANA.
(GUSTI KANG MURBENG DUMADI ASIFAT LAYU KAYAFU ) ARTINYA : Meskipun tak terlihat mata, pasti ada. (Gusti Kang Murbeng Dumadi bersifat ada/wujud)

CA    =    CAREMING HYANG YEKTI TAN CETHA WINECA.
(GUSTI KANG MURBENG DUMADI ANGLIPUTI KABEH CIPTA- NE) ARTINYA : Ciptaan YANG MAHA KUASA tidak dapat diramal. (Gusti Kang Murbeng Dumadi meliputi semua ciptaan-Nya)

RA    =    RASAKNA CAKETA LAN HANGGANIRA.
(MLEBU WETUNING NAPAS ING SABEN WEKTU) ARTINYA : Rasakanlah kedekatan-Nya dengan badan jasmanimu. ( Keluar masuknya nafas disetiap saat )

KA   =    KAWRUHANA YWA KONGSI KURANG WEWOKA.
(KAWRUHE KASEBUT TATANING PANEMBAH), ARTINYA : Ketahuilah jangan sampai kurang waspada (Pengetahuannya disebut TATANING PANEMBAH)

DA    =    DADI SASAR YEN SIRA ORA WASPADA.
(TATA-TITIS-PUTUS MARANG KAWRUH PRAKARA GUSTI KANG MURBENG DUMADI UTAWA THEOLOGI-THEOSUFI ), ARTINYA : Menjadi tersesat jika engkau tidak waspada. (Tata, tepat, putus terhadap pengetahuan–pengetahuan tentang Gusti Kang Murbeng Dumadi)
TA    =    TAMATNA PRABANE HYANG SUNG SASMITA.
(ANGEN-ANGEN CIPTA SIR LAN OSIH KANG DUMUNING ING JIWANING MANUNGSA), ARTINYA : Resapilah dan heningkan cahaya Tuhan yang penuh dengan perlambang. (Angan-angan, pikiran, dan kehendak yang bersemayam dijiwa manusia)

SA    =    SASMITANE KANG KONGSI BISA KARASA
(TANSAH SYUKUR MARANG PEPARINGAN GUSTI KANG MURBENG DUMADI), ARTINYA : Perlambang yang sampai bias dirasakan. (Selalu bersyukur pada pemberian Gusti Kang Murbeng Dumadi)
WA   =    WASPADAKNA WEWADI KANG SIRA GAWA.
(MANUNGSA KASERENAN SIFATING GUSTI KANG MURBENG DUMADI ), ARTINYA : Waspadalah pada rahasia yang engkau bawa. (Manusia memiliki sifat Gusti Kang Murbeng Dumadi)

LA    =    LALEKNA YEN SIRA TUMEKANING LALIS.
(PASRAH, SUMELEH, SUMARAH MARANG GUSTI KANG MURBENG DUMADI), ARTINYA : Lupakan jika datang matimu. ( Pasrah, berserah, menyerahkan diri pada Gusti Kang Murbeng Dumadi)

PA    =    PATI SASAR TAN WUS MANGGYA PAPA.
(SUPAYA BISA NGGAYUH PATI PATITIS KUDU NGERTI MARANG KAWRUH, SANGKAN PARANING DUMADI), ARTINYA : Kematian yang sesat tidak akan mendapatkan apa-apa. (Agar bisa mencapai kematian sempurna harus memahami pengetahuan asal-usul)
DHA =    DHASAR BEDA LAN WUS KALIS ING GODHA.
(MANUNGSA WUS JEJER MANUNG GALING KAWULA MARANG GUSTI ORA BAKAL KALUT GEBYARING KADONYAN ), ARTINYA : Dasarnya berbeda dan telah jauh dari godaan. (Manusia yang telah dekat dengan TUHAN tidak akan hanyut tergoda oleh indahnya/nikmatnya duniawi)
JA     =    JANGKANE MUNG JINAK JENJEMING JIWANYA.
(NGGAYUH MARANG KASIDAN JATI/PATI PATITIS), ARTINYA : Yang dicita-citakan hanya ketentraman dan kedamaian jiwanya. (mengharap kepada kesempurnaan jiwa sukmaya/kematian sejati)

YA    =    YITNANA LIYEP LUYUTING PRALAYA.
(NGRACUTA YEN SIRA LAGI SEKARAT ), ARTINYA : Hati-hatilah menghadapi kematian. (Ikhlaskanlah jika telah sekarat)

NYA =    NYATA SUNYA NYEYET LABATING KADONYAN.
(MATI IKU ORA ANA SESAMBUNGE KARO KADONYAN), ARTINYA : Nyata-nyata sepi setelah kehidupan duniawi. (Mati itu tidak ada hubungannya dengan kehidupan duniawi)

MA   =    MADYENG NGALAM PARANTUNAN HAYWA SAMAR.
(ASAL SAKA GUSTI KANG MURBENG DUMADI BALI MARANG GUSTI KANG MURBENG DUMADI / KASIDAN JATI ), ARTINYA : Di tengah-tengah alam penantian jangan ragu-ragu.( Ber sal dari Gusti Kanhg Murbeng Dumadi kembali pada Gusti Knag murbeng Dumadi/kematian yang sempurna)

GA    =    GAYUHANE TANNA LIYAN MUNG KANG SARWA HARGA.
(ORA ANA GEGAYUHAN KANG LUHUR DHEWE KAJABA MUNG KASIDAN JATI), ARTINYA : Keinginan tidak lain hanyalah yang serba luhur/tinggi. (Tiada keinginan yang luhur kecuali kematian yang sempurna)

BA    =    BALI MURBA WISESA NJERO JABA.
(MANUNGGAL SAWIJI MARANG GUSTI KANG MURBENG DUMADI ), ARTINYA: Kembali menguasai luar dalam. (Bersatu kembali kepada Gusti Kang Murbeng Dumadi )

THA =    THUKULE WIDADARJA TEBIK NISTHA.
(NGUNDHUH AYEM, TENTREM, LANGGENG), ARTINYA : Tumbuhnya pengetahuan yang baik, jauh dari kenistaan. (Menuai kedamainan, ketentraman, keabadian)

NGA =    NGARAH – ARAH HING REH MARDI – MARDININGRAT
(TANSAHA KULINA NGELELATIH SUPAYA BISA TEMUJU MARANG KAWASKITHAN), ARTINYA : Menuju ke jalan di jagad ini. (Selalulah terbiasa berlatih agar dapat menuju pada KAWASKITHAN)
Sumber : http://paguyubancahyabuwana.blogspot.com/2011/05/huraf-jawa-dan-tafsirannya.html




MAKNA HURUF JAWA




HA NA CA RA KA
  • Ha Hana hurip wening suci, adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci
  • Na Nur candra, gaib candra, warsitaning candara, pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi
  • Ca Cipta wening, cipta mandulu, cipta dadi-satu arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal
  • Ra Rasaingsun handulusih – rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani
  • Ka Karsaningsun memayuhayuning bawana, hasrat diarahkan untuk kesajetraan alam
  • Da Dumadining dzat kang tanpa winangenan – menerima hidup apa adanya
  • Ta Tatas, tutus, titis, titi lan wibawa – mendasar ,totalitas,satu visi, ketelitian dalam memandang hidup
  • Sa Sifat ingsun handulu sifatullah- membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan
  • Wa Wujud hana tan kena kinira – ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas
  • La Lir handaya paseban jati – mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi
  • Pa Papan kang tanpa kiblat – Hakekat Allah yang ada disegala arah
  • Dha Dhuwur wekasane endek wiwitane – Untuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar
  • Ja Jumbuhing kawula lan Gusti -selalu berusaha menyatu -memahami kehendak Nya
  • Ya Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi – yakin atas titah /kodrat Illahi
  • Nya Nyata tanpa mata, ngerti tanpa diuruki – memahami kodrat kehidupan
  • Ma Madep mantep manembah mring Ilahi – yakin – mantap dalam menyembah Ilahi
  • Ga Guru sejati sing muruki – belajar pada guru nurani
  • Ba Bayu sejati kang andalani – menyelaraskan diri pada gerak alam
  • Tha Tukul saka niat – sesuatu harus dimulai – tumbuh dari niatan
  • Nga Ngracut busananing manungso – melepaskan egoisme pribadi -manusia


Filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka

Filsafat ha-na-ca-ka-ra yang diungkapan Paku Buwana IX dikutip oleh Yasadipura sebagai bahan sarasehan yang diselenggarakan Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta pada tanggal, 13 Juli 1992. Judul makalah yang dibawakan Yasadipura adalah ” Basa Jawi Hing Tembe Wingking Sarta Haksara Jawi kang Mawa Tuntunan Panggalih Dalem Hingkang Sinuhun Paku Buwana IX Hing Karaton Surakarta Hadiningrat “. Dalam makalah itu dikemukakan oleh Yasadipura ( 1992 : 9 – 10 ) bahwa Paku Buwana IX memberikan ajaran ( filsafat hidup ) berdasarkan aksara ha-na-ca-ra-ka dan seterusnya, yang dimulai dengan tembang kinanthi, sebagai berikut. 

Nora kurang wulang wuruk, tak kurang piwulang dan ajaran

Tumrape wong tanah Jawi, bagi orang tanah Jawa
Laku-lakune ngagesang, perilaku dalam kehidupan
Lamun gelem anglakoni, jika mau menjalaninya
Tegese aksara Jawa, maknanya aksara Jawa
Iku guru kang sejati, itu guru yang sejati


Ajaran filsafat hidup berdasarkan aksara Jawa itu sebagai berikut :

Ha-Na-Ca-Ra-Ka
Berarti ada ”utusan“ yakni utusan hidup, berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia.
Maksudnya ada yang mempercayakan, ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja. Ketiga unsur itu adalah Tuhan, manusia dan kewajiban manusia (sebagai ciptaan)Da-Ta-Sa-Wa-La
Berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data ”saatnya (dipanggil)“
tidak boleh sawala ”mengelak“ manusia (dengan segala atributnya) harus bersedia melaksanakan, menerima dan menjalankan kehendak Tuhan

Pa-Dha-Ja-Ya-Nya
Berarti menyatunya zat pemberi hidup (Khalik) dengan yang diberi hidup (makhluk). Maksdunya padha ”sama“ atau sesuai, jumbuh, cocok ”tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan".
Jaya itu "menang/unggul" sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan "sekedar menang" atau menang tidak sportif.Ma-Ga-Ba-Tha-Nga
Berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
Maksudnya manusia harus pasrah, sumarah pada garis kodrat, meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat, berusaha untuk menanggulanginya.


Sumber : http://qusuth.wordpress.com/2012/07/03/makna-huruf-jawa/