SD N 02 Selokaton, Kec. Gondangrejo, Kab. Karanganyar, Prov. Jawa Tengah >>> ”TERWUJUDNYA SISWA SDN 02 SELOKATON YANG TAQWA UNGGUL HANDAL TANGGAP IPTEK DAN BERKARAKTER PANCASILA”>

Friday, November 2, 2012

PERIBAHASA INDONESIA

  1. Adat tua menanggung ragam ; makin tua makin banyak menanggung cobaan hidup 
  2. Anak dipangku dilepaskan, buruk dirimba dilepaskan t: anak sendiri disia-siakan, anak orang lain diperhatikan 
  3. Adat teluk timbunan kapal; orang miskin wajar kalau minta tolong pada orang kaya 
  4. Asam digunung garam dilaut akhirnya bertemunya dibelanga ; kalau memang sudah jodoh dimana saja pasti bertemu 
  5. Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga ; sifat orang itu biasanya menurun kepada anak-anaknya 
  6. Air jernih ikannya jinak ; negeri yang makmur rakyatnya juga tentram 
  7. Air yang tenang kadang berbahaya ; jangan dikira norang yang tenang/pendiam itu baik 
  8. Air tenang menghanyutkan ; orang yang tenang pun kadang membahayakan orang lain 
  9. Ada gula ada semut ; di tempat yang ada rejeki meski dikerumuni orang 
  10. Ada udang dibalik batu ; ada maksud yang tersembunyi 
  11. Air susu dibalas dengan air tuba ; kebaikan dibalas dengan kejelekan 
  12. Air beriak tanda tak dalam ; orang yang banyak bicara sering-sering tak berilmu 
  13. Barang siapa yang menggali lubang akan terperosok sendiri ; siapa yang membuat kesusahan orang lain akhirnya dia sendiri yang mendapat kesusahan 
  14. Buruk muka cermin dibelah ; diri sendiri yang berbuat salah orang lain dikorbankan/disalahkan 
  15. Belum beranak sudah ditimang ; Berkhayal sesuatu yang belum dimilikkinya 
  16. Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian ; bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian 
  17. Belum bertaji sudah berkokok ; belum kuat sudah sumbar 
  18. Bersatukita teguh bercerai kita runtuh ; kekuatan ada jika kita bersatu, dan kita akan kalah jika kita bertengkar 
  19. Berdikit-dikit lama-lama menjadi bukit ; sesuatu yang sedikit jika kumpulkan akan menjadi banyak jumlahnya 
  20. Belum bertaji hendak bertarung ; belum mempunyai kekuatan sudah ingin bersaing 
  21. Bergantung di akar lupuk ; minta perlindungan kepada orang yang lemah 
  22. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing ; susah dan senang sama-sama merasakan 
  23. Bermain api hangus, bermain air basah ; semua pekerjaan akan mengalami8 akibat/resiko 
  24. Cepat kaki ringan tangan ; suka membantu suka menolong 
  25. Daripada hidup bercermin bangkai lebih baik mati berkalang tanah ; lebih baik mati daripada hidup menanggung malu 
  26. Daripada berputih tulang lebih baik berputih mata ; lebih baik mati dari pada menanggung rasa malu 
  27. Di luar bagai madu, di dalam bagai empedu ; perbuatannya kelihatan baik tapi hatinya sangat buruk 
  28. Dalamnya laut dapat diukur dalam hati siapa tahu ; kita tidak tahu apa yang sedang dipikirkan seseorang dalam hatinya 
  29. Datang tampak muka, peregi tampak punggung ; datang atau pergi di tempat tertentu, sebaiknya pamit 
  30. Gajah dipelupuk mata tak tampak punggung ; kesalahan sendiri tak kelihatan walau besar, kesalahan orang lain diketahui walaupun kecil 
  31. Hancur badan dikandung tanah, budi baik dikenang juga ; jasa baik takkan terlupa walau sudah mati 
  32. Hati gajah sama dilapah, hati kuman sama dicacah ; penghasilan besar ataupun kecil sama-sama dirasakan 
  33. Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading ; orang baik-baik yang mati jasanya masih dikenang dan ditiru juga 
  34. Hidup segan mati tak mau ; tak ada gairah hidup, senantiasa merana dan sengsara 
  35. Indah kabar dari rupa ; berita baik tapi buktinya tak memadai 
  36. Ibarat ayam tiada mengais tiada makan ; kalau ingin makan bekerjalah dulu 
  37. Intan tetap intan walau dalam mulut anjing ; kebaikan seseorang akan tetap baik walau dalam keadaan yang kurang baik 
  38. Ibarat menggenggam bara, terasa panas dilepaskan ; melepaskan pekerjaan setelah dirasakan makin berat 
  39. Ilmuyang tidak diamalkan bagai pohon yang tidak berbuah ; ilmu yang tidak diajarkan/ditularkan kepada orang lain sebenarnya tiada berguna 
  40. Jauh panggang dari api ; jawaban yang jauh berbeda dari apa yang ditanyakan 
  41. Jika pandai menitih buah selamat badan diseberang ; cita-cita akan tetap tercapi jika pandai berusaha tak mudah berputus asa, serta sangat berhati-hati 
  42. Kalah membeli menang memakai ; membeli dengan harga mahal tetapi barangnya awet 
  43. Katak hendak jadi lembu ; ingin meniru orang lain yang lebih kaya dan pandai tetapi awaknya sendiri yang hancur binasa 
  44. Ke bukit sama didaki, ke lurah sama dituruni ; senang atau susah dilakukan bersama-sama 
  45. Ke mana kelok lilin ke sana arah angin bertiup ; ke mana arah langkahnya situ sebenarnya tujuannya 
  46. Ke mana kelok lilin ke sana kelok loyang ; orang yang meminjamkan uang dan ingin memungut laba dari pinjamannya, maksudnya tak mungkin dihalangi 
  47. Kalah jadi abu, menang jadi arang ; Dalam bertengkar siapa yang menang atau kalah sama-sama merugi 
  48. Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah ; kasih sayang anak tak mampu menandingi kasih sayang ibu kepada anak 
  49. Kalau tak ada api masakan ada asap ; jika ada berita tentu ada peristiwa 
  50. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya ; setiap daerah mempunyai tata cara /aturan hidupnya sendiri 

No comments: